PENANEWS.WEB.ID
Oleh:
Buya. Prof. Dr. Adv. Hamdan Firmansyah, MMPd, Mh, CLA, CT, CMT
(Profesor Hukum Ekonomi Islam dan Manajemen Kepemempinan Global)
SUKABUMI - Selasa (24/2/2026)
Ekonomi internasional adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari ketergantungan antarnegara melalui pertukaran barang, jasa, dan modal, serta dampaknya terhadap perekonomian global. Fokus utamanya mencakup perdagangan internasional (ekspor-impor) dan keuangan internasional (aliran modal, kurs valuta asing) untuk meningkatkan kemakmuran, efisiensi, dan alih teknologi.
Komponen Utama Ekonomi Internasional: Perdagangan Internasional (International Trade): Aliran barang dan jasa antarnegara, termasuk teori keunggulan komparatif, kebijakan perdagangan (tarif, kuota), dan neraca perdagangan. Keuangan Internasional (International Finance): Studi tentang aliran modal, investasi asing langsung (FDI), pasar valuta asing, dan sistem moneter.
Tujuan dan Manfaat: Efisiensi Produksi: Negara berspesialisasi pada produk yang keunggulan komparatifnya tinggi. Akses Pasar: Memperluas pasar bagi produk domestik dan mendapatkan barang yang tidak diproduksi di dalam negeri. Peningkatan Devisa: Ekspor meningkatkan pendapatan negara. Alih Teknologi: Mempercepat pembangunan nasional.
Faktor Pendorong: Perbedaan Sumber Daya: Kekayaan alam dan keahlian tenaga kerja yang berbeda. Globalisasi: Keterbukaan ekonomi meningkatkan interaksi antarnegara. Penghematan Biaya: Efisiensi produksi.
Contoh Kerjasama & Lembaga: Kerja sama dapat berbentuk bilateral (dua negara), regional (kawasan), atau multilateral (banyak negara), dengan lembaga seperti WTO, IMF, dan OPEC.
Kerja sama ekonomi internasional di dunia Islam berfokus pada pembangunan ekonomi, sosial, dan sistem keuangan berbasis syariah. Contoh utamanya adalah Islamic Development Bank (IDB) (Bank Pembangunan Islam), OKI (Organisasi Kerja Sama Islam), serta kemitraan perdagangan negara-negara Muslim. Bentuk kerjasamanya mencakup investasi infrastruktur, perbankan syariah, dan perdagangan komoditas halal.
Berikut adalah contoh kerja sama ekonomi internasional di dunia Islam:
- Islamic Development Bank (IDB): Lembaga keuangan internasional yang didirikan (1975) oleh anggota OKI untuk membiayai proyek pembangunan, investasi, dan membantu perdagangan antar negara Muslim.
- Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Wadah kerja sama negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, yang juga memiliki komite ekonomi untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi.
- Kerja Sama Bilateral Indonesia-Arab Saudi: Contoh nyata kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi, khususnya terkait sektor haji, umrah, dan tenaga kerja.
- Pengembangan Bank Syariah Internasional: Kerja sama antar negara Islam untuk mendirikan perbankan yang berlandaskan akad syariah, seperti mudharabah (bagi hasil) dan wadi'ah (titipan).
- Perdagangan Komoditas Halal: Jaringan perdagangan industri produk halal antar negara-negara anggota OKI untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Muslim dunia.
Kerja sama ini umumnya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata, meningkatkan ekspor, serta mempercepat pembangunan, terutama di negara-negara anggota OKI.
Posting Komentar